Tafsir Al Fajr 1-3
Tafsir Al Fajr 1-3
Penulis: Muhammad Rizki Akbar Siregar
Mencoba memahami makna Al Fajr 1-3
Ayat ini kerap dipahami sebagai ayat yang menunjukkan keutamaan 10 malam akhir Ramadhan karena secara jelas disebutkan
وليال عشر
Artinya: Demi 10 malam terakhir (Al Fajr:2)
Dan juga ayat ini sering dianggap menyebutkan sumpah Allah untuk sholat syafa' (Muqoddimatul witr) dan juga sholat witir)
Mari melihat makna dari ayat pertama
والفجر
Artinya:Demi Fajr
Imam Jalaluddin Assuyuthi dalam Tafsir Jalalain memaknai fajr yang dimaksud adalah fajar semua hari (Tafsir Jalalain: Haromain, j. 2, h. 261)
Pernyataan imam As Suyuthi yang memutlakkan Al Fajr yang dimaksud disini adalah Al fajr untuk semua hari adalah satu dari banyaknya tafsiran Alfajr (Hasiyah Assowi:Haromain, j. 4,h. 418)
Tafsiran yang berbeda juga dikemukakan oleh Mujahid yang mengatakan maksud Al Fajr adalah fajar di hari nahr (idul adha) (addurrul Mansur:Darul Fikr, j. 8, h. 498)
Juga berbeda dengan apa yang dijelaskan oleh Ibnu Abbas yang menafsirkan Al Fajr dengan Fajr awal Muharram yang merupakan fajar awal tahun (Addurrul Mansur: j.8, h. 498)
Imam Asshowi juga menjelaskan ada juga yang menafsirkan dengan fajar Zul Hijjah, karena ayat berikutnya menjelaskan tentang demi 10 malam (10 malam Zul hijjah) (Assowi: j. 4, h. 418)
Adapun yang dimaksud dengan fajar adalah subuh dan ini adalah ucapan Ali, Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah dan Assady. Ada juga yang menafsirkan sholat yang dikerjakan ketika fajar seperti apa yang dikatakan Ikrimah dan ada juga yang menafsirkan sepanjang hari seperti apa yang dikatakan Ibnu Abbas (Tafsir Al Qur'an Al Azim:Daru toibah, j. 8, h. 390)
Selanjutnya mari melihat makna dari ayat kedua
وليال عشر
Artinya: Demi malam yang sepuluh (Alfajr: 2)
Imam Jalaluddin Assuyuthimenafsirkan malam yang sepuluh dengan sepuluh dari Zul hijjah (Tafsir Jalalain:j. 2,h. 261)
Imam Ibnu kasir menyebutkan Tafsiran yang dikemukakan Imam As Suyuthi ini sesuai dengan apa yang dikemukakan Ibnu Abbas, Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu dari ulama salaf maupun kholaf (Tafsir Al Qur'an Al azim: j. 8, h. 390)
Imam Assowi menyebutkan وليال عشر dalam Al Fajr disebutkan karena itu adalah malam terbaik dalam setahun, dan apa yang disebutkan Imam As Suyuthi adalah satu dari beberapa penafsiran (Hasiyah Assowi: j. 4, h. 418)
Ibnu manzur dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya yang dimaksud malam-malam yang sepuluh adalah sepuluh akhir dari Ramadhan (Addurl Mansur: j. 8, h. 502)
Imam assowi menyebutkan adapula yang menafsirkan 10 dari awal Muharram (Hasiyah Assowi: j. 4, h. 418)
Dari abu Usman : Dulu (salaf) mengagungkan 3 sepuluh
1. Sepuluh dari awal Muharram
2. Sepuluh dari Awal Zul hijjah
3. Sepuluh dari akhir Ramadhan (Addurrul Mansur:j. 8, h. 502)
Selanjutnya mari melihat makna Al fajr ayat 3
والشفع والوتر
Artinya: Demi yang ganjil dan juga genap
Imam As Suyuthi menafsirkan الشفع dengan yang berpasangan dan الوتر dengan yang tunggal (Tafsir Jalalain: j.2, h. 261)
Mujahid dan Masruq menjelaskan الشفع (berpasangan) adalah makhluk sebagaimana firman Allah
ومن كل شيء خلقنا زوجين
Artinya: Semua makhluk kami ciptakan berpasangan (Qs. Azzariyat:49)
dan الوتر (tunggal) adalah Allah sebagaimana firman-nya
قل هو الله أحد
Artinya: Katakanlah Allah yang maha esa (tunggal) (QS. Al ikhals:1)
Dan masih banyak lagi tafsiran untuk syafa' dan watar yang tak termuat oleh penulis karena banyaknya keterbatasan
Wallahu A'lam
Komentar
Posting Komentar