FIQH SUJUD TILAWAH yang perlu kamu tahu!!!
FIQH SUJUD TILAWAH
PENULIS: MUHAMMAD RIZKI AKBAR SIREGAR
1.
Hukum Sujud Tilawah dan Jumlahnya dalam Alquran
Disunnahkan sujud tilawah ketika melewati ayat sajdah
menurut jumhur Ulama’, adapun Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa sujud tilawah
adalah wajib.[1] Jumlah
sujud tilawah yang dipilih Mazhab Imam Syafi’i adalah empat belas yaitu di QS.
Al-A’rof: 206, QS. Arro’ad: 15, QS. Annahl: 50, Qs. Al-Isro’: 109, QS. Maryam:
58, QS. Al-Hajj: 18 dan 77, QS. Al-Furqon: 60, QS. Annaml: 26, QS. Assajdah:
15, QS. Fusshilat: 38, QS. Annajm: 36, QS. Al-Isnyiqoq: 21, dan QS. Al-Alaq 19
Menurut Imam Abu Hanifah QS. Al-Hajj: 77 tidak termasuk
ayat sajdah, dan menambahkan QS. Asshod: 24
Dalam Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal ada dua riwayat,
riwayat pertama sama seperti Mazhab Imam Syafi’i, dan riwayat kedua ada lima
belas dengan menambahkan QS. Asshod: 24
Dalam Mazhab Imam Malik juga memiliki dua riwayat,
riwayat pertama sama seperti Mazhab Imam Syafi’i dan riwayat kedua jumlah ayat
sajdah hanya ada sebelas dengan membuang QS. Annajm: 36, QS. Al-Isnyiqoq: 21,
dan QS. Al-Alaq 19
2. Letak ayat sajdah dalam Alquran
Tidak ada perbedaan letak ayat sajadah dalam Alquran kecuali di QS.
Fusshilat dan QS. Annaml. Menurut Mazhab Syafi’i ayat sajadah di QS. Fusshilat
terletak di يَسْـَٔمُونَ (QS. Fusshilat: 38). Ini juga pendapat Mazhab Imam Sa’id bin AlMusayyib,
Muhammad bin Sirin, Abu Wail, Sufyan
Assauri, Abu Hanifah, Ahmad dan Ishaq bin Rohawaih. Menurut pendapat lain terletak di إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (QS. Fusshilat: 37) dan ini adalah pendapat Ibnu
Al-Munzir, dari Umar bin Al-Khottob, dan Al-Hasan Al-Bashri, Ashab Abdullah bin
Mas’ud, Ibrohim Annakho’i, Abu Sholih, Tholhah bin Mushorrif, Zubaid bin
Al-Haris, dan Malik bin Anas, Allais bin Sa’d dan ada juga pendapat dari
sebahagian Ashab Syafi’i.
Dalam QS. Annaml letak ayat sajdahnya terletak di وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ (QS. Annaml: 25)
ini adalah pendapat Abu Al-Hasan Ali bin Mas’ud Al-Baghdadi dari kalangan
Mazhab Syafi’i dan pendapat kebanyakan Ahli Fiqh. Menurut Imam Malik letak ayat
sajdahnya terletak di رَبُّ
الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
(QS. Annaml: 26)[2]
3. Syarat dan cara sujud Tilawah
Adapun syarat untuk sujud tilawah sama dengan syarat untuk sholat, seperti
suci dari hadas dan najis, menutup aurat dan menghadap kiblat.
Tata cara pelaksanaan sujud tilawah ada dua: di luar sholat dan di dalam
sholat. Tata cara pelaksanaan sujud tilawah di luar sholat adalah berniat untuk
sujud tilawah dan bertakbir dengan mengangkat tangan sebahu sebagaimana takbir
dalam sholat. Kemudian takbir untuk turun tanpa mengangkat tangan. Dan takbir
ini adalah sunnah bukan syarat, sedangkan takbir pertama ada beberapa pendapat,
dan pendapat paling shohih itu adalah syarat dan pendapat kedua adalah sunnah
dan pendapat ketiga itu tidak di syariatkan dan pendapat ketiga ini adalah
syadz dan munkar sebagaiamana di katakan Abu Ja’far Attirmizi
Apakah disyaratkan untuk berdiri? Menurut Syekh Al-Qodi Abu Muhammad
dan Al-Qodi Husain di sunnahkan untuk
dimulai dengan berdiri, namun hal ini di ingkari oleh Imam Al-Haromain. Dan
menurut Imam Nawawi pendapat Imam Al-Haromain adalah yang paling benar, karena
idak ada pendapa jumhur mazhab Imam Syafi’i yang mengatakan harus berdiri dan
tidak ada dalil yang bisa di jadikan hujjahnya[3]
Disunnahkan pula untuk membaca dalam sujud
سَجَدَ
وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ
وَقُوَّتِهِ
Boleh juga ditambahkan dengan
اللَّهُمَّ
اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَضَعْ
عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاقْبَلْهَا مِنِّي، كَمَا قَبِلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ
دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ
Jikapun didalam sujud tidak ada apapun yang ia baca masih boleh, kemudian
bertakbir dan mengangkat kepala.[4]
Apakah disyaratkan untuk salam? Dalam masalah ini ada dua pendapat dan
pendapat paling zhohir (azhar) adalah disyaratkannya salam.
Apakah disyaratkan untuk tasyahhud sebelum salam? Pendapat paling shohih
adalah tidak disyaratkannya salam. Dan apakah disunnahkan untuk tasyahhud
sebelum salam? Menurut pendapat paling shohih tidak disunnahkan untuk tasyahhud
sebelum salam[5]
Dan tata cara pelaksanaan sujud tilawah di dalam sholat adalah takbir untuk
turun tanpa mengangkat tangan, begitu juga saat takbir naik tanpa mengangkat
tangan dan tanpa duduk istirohah dan disunnahkan juga membaca zikir
sujud tilawah diatas, dan disunnahkan membaca ayat ketika bangkit lagi sebelum
ruku’ kalaupun tidak sujud maka hendaklah berdiri lurus dulu barulah kemudian
ruku’.[6]
4. Hukum sujud tilawah dalam QS. Asshod: 24
Bagi yang menganggapnya termasuk dari ayat sajdah maka
hendaklah ia sujud baik di dalam ataupun di luar sholat. Adapun pandangan
mazhab Imam Syafi’i apabila dibaca di luar sholat maka disunnahkan untuk sujud
karena Nabi ﷺ melakukannya. Adapun jika dibaca
di dalam sholat dan ia tidak tau atau lupa bahwa itu bukan ayat sajdah lalu
kemudia ia sujud tidak batal sholatnya, namun hendaklah ia sujud sahwi, namun
jika ia sujud padahal meyakini itu bukan ayat sajdah maka menurut pendapat
shohih batal sholatnya karena menambah bagian yang tidak ada di dalam sholat.
Namun pendapat kedua mengatakn tidak batal sholatnya karena itu juga termasuk
dari sholat. Sekiranya kalau Imam sujud di situ karena menganggap itu ayat
sajdah sedangkan makmum tidak menganggap itu ayat sajdah maka hendaklah makmum
tidak mengikutinya bahkan oleh mufaroqoh ataupun menunggu imam sambil berdiri.[7]
Komentar
Posting Komentar